Shh… No need to impress. Just a space to share a little about who’s here. What they love, how they laugh, and where their heart wanders.
Could you be the one they’re meant for?

Main Persona : Martin Edwards from CORTIS. (Unlocked)
No one truly knows where he wandered from, only that his story finds its beginning here. Where the air hums with memory, and the walls seem to listen. From this moment on, his story unfolds with Reminery.
Seiyan Kiehl stepped onto the wooden floor for the very first time, the room held its breath. And this... this is what he said :
<aside> 🏡
Hai calon pacarku dan my soon-to-be papski, mamski, kakak, abang, adek, dan my bestfriend gw???? Kalau gak kenalan sama gua rugi sih, jadi kenalin dulu gua Seiyan Keihl dipanggil nengok:V BERCANDA TP SERIUS, cukup panggil gua apapun itu senyaman kalian #amanaja pasti gua akan nyaut, apalagi kalau yang manggil kesayangan gua :)
Gua adalah manusia ambivert, alias gua akan cepet akrab dan yappingpingpingping kalau semisal gua merasa nyaman sama lingkungan gua. Gua kayaknya introvert cuma pas tes MBTI doang kayaknya, kadang extrovert kadang introvert... I’m good at being listener juga, jadi ceritain gua dari atas sampai ke ujung dunia pasti akan gua tanggapi.
Sebenernya gua tuh bisa lovey-dovey, tapi gua prefer love-hate karena menurut gw ga asik coy kalau ga gelut. Epruv dari semua orang kalau gua adalah manusia tengil dan lantam (yg ini hoaks 😂✌🏻) dan gua juga suka ngerusuhin orang-orang. Tapi gini-gini gua aries pembaik loh ya ✌🏻✌🏻✌🏻✌🏻
Apalagi ya… Kalau buat music taste sih (as casual listener), gua suka berbagai lagu mulai dari indo, kpop, west dll but mostly gua suka dengerin lagu berisik, anak benbenan lokal juga guaaa, mungkin kalau diajak ngegigs gas lah. Movie juga hampir semuanya gua tonton asalkan seru, biasanya gua suka nonton yg romcom, atau ngga adventure dan action, but lately lagi suka nonton horror psychology… Sisanya bahas di rc aja deh yaaaa?? See you!
</aside>
“My name is Seiyan Kiehl,” he said, like someone remembering, not introducing. The room didn’t answer, but the warmth in the corners grew fuller, as if acknowledging a presence it had long awaited.